Guna
Terselumbung
Pada saat awan yang tertinggal bekas
guratan-guratan sang surya yang mulai pudar dan mulai sirna. Ditemani
suara-suara jangkrik yang memanggil-manggil penuh dengan suasana yang sunyi
ditambah juga suara gemericik air yang lembut terdengar di telinga, serasa
menambah selera makan pada saat itu.
Ciko
namanya anak yang sering usil dan membuat orang menjadi gelisah termasuk juga
teman temannya. Namun, masih beruntung ciko memiliki banyak teman. Apa mungkin
mereka adalah teman sejati. Rita, teman perempuan Ciko yang sekaligus sebagai
sahabatnya karibnya, pernah ia jahili dengan menyembunyikan buku pelajaran
miliknnya di tas milik Dani. Namun, lagi-lagi Ciko masih beruntung karena ulah
usilnya itu tidak ketahuan. Ada lagi teman sekelas Ciko yaitu, Romly. Romly
adalah teman satu-satunya yang ingin membongkar ulah-ulah jahil Ciko terhadap
teman-temannya, lebih tepatnya ingin
membuktikan siapa dalang dari kusilan yang terjadi selama ini terhadap
teman-teman Ciko.
Pada
saat itu Ciko yang habis makan malam bersama dengan keluarga-nya, Ciko masuk
kamar ia mendapat sebuah pesan dari handphonenya, ternyata pesan itu dikirim
oleh Rita, menanyakan tentang tugas yang diberikan ibu guru yang menjadi PR.
Rita menanyakan itu karena tadi pagi tidak berangkat sekolah sebab menderita
sakit demam. Pada hari sebelumnya Ciko menyembunyikan diary milik Rizky di
balik lemari kelas Ciko, dan semua tentang keusilan yang pernah ia perbuat itu
ditulis di diary miliknya. Ciko yang sudah mempercayai Rita menelponnya untuk
memberi tahu, sekaligus cerita tentang ulah yang ia perbuat kemarin.
“
Rit, sebenarnya yang menyembunyikan diary milik Rizky itu aku. ” seru Ciko
kepada Rita.
“
Apa…! Jadi kamu yang menyembunyikannya. ” jawab Rita penuh kaget.
“
Iya…! Emang kenapa? ” kata Ciko
“
Cik, itu bakal menjadi masalah besar, apabila masalah itu ketahuan. ” sahut
Rita
Ciko
pun terdiam dan memutus telponnya. Ciko memang keras kepala kata-kata Rita itu
malah tidak dihiraukan. Malam mulai semakin pekat waktu untuk tidur. Apalagi,
baterai handphonenya mulai menurun dan semakin mendekati warna merah. Waktu
yang terlihat dari jam dinding yang dikaitkan dengan seutas tali dan bergantung
dari sebuah paku yang mengujam keras pada dinding. Menandakan pukul 09.30.
Akhirnya, Ciko tertidur lelap tanpa gelisah.
Sang surya mulai muncul dengan
malu-malu dan melihatkan fajarnya. yang menandakan waktu Pagi mulai tiba. Dan
waktu pula untuk mulai mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah. Begitu juga,
dengan Ciko mulai bergegas berangkat sekolah. Suara gemericik air dan dinginnya
air menarik-narik Ciko untuk segera mandi. Bersiap-siap sekolah pun selesai dan
waktunya berangkat sekolah. Ciko berangkat sekolah pukul 06.30 bersama Dani.
Sampai di sekolah Ciko sebangku dengan Romly. Namun, alangkah tidak sengajanya
Ciko membawa diary miliknya sendiri yang dihiasi dengan manik-manik yang
berkelap-kelip. Waktu pelajaran dimulai Ciko membuka tasnya untuk mengambil
buku pelajaran. Tidak sengaja Romly menengok pada tas milik Ciko dan menatap
heran pada sebuah buku yang juga menarik perhatiannya, buku itu yang
berkelap-kelip itulah yang ditatap Romly. Saat waktu istirahat Ciko segera
menuju kantin, namun tidak untuk Romly masih heran dengan buku itu. Romly
dengan sergap mengambil buku yang ada di tas Ciko. Buku itu dibuka pada halaman
terakhir yang tertera keusilan yang akhir-akhir ini Ciko lakukan. Betapa
kagetnya dan terkejutnya Romly membaca bahwa yang menyembunyikan diary milik
Rizky adalah Ciko di balik lemari kelasnya. Ciko pun datang, Romly juga segera
sergap mengembalikan diary milik Ciko ke tas Ciko. Dan masih berun-tung juga
Romly tidak ketahuan. Bel pertanda waktu pulang sudah tiba, semua siswa segera
berkemas-kemas. Begitu juga Ciko, buku pelajaran ditata dengan rapi dan
dimasukan kedalam tas miliknya. Semua siswa pun pulang, Romly mengajak Rizky
bertemu. Mereka membicarakan tentang masalah diary itu. Rizky kaget mendengar
cerita itu namun ia tidak marah dan ia juga tampak sabar. Romly hanya bilang
itu saja. Mereka langsung segera pulang sekolah. Di rumah, Rizky mengirim pesan
kepada Ciko menanyakan diary itu. Betapa kaget dan risau pikirannya membaca
pesan itu. Yang ada dalam pikirannya hanya Rita, karena hanya ia yang Ciko
beritahu. Sungguh agak naik darah Ciko saat itu. Ciko segera menelpon Rita.
“
Rit, kamu ya, yang beritahu Rizky bahwa aku yang menyembunyikan diary miliknya?
” tanya Ciko masih dengan naik darah.
“
Tidak, aku tidak mengasih tahu kepada Rizky tentang rahasia itu. “ sahut Rita
penuh kaget.
“
Orang yang salah itu tidak mungkin ngaku! “ seru Ciko.
“
Demi tuhan! Aku tidak memberitahu kepada Rizky. “ jawab Rita dengan yakinnya.
Ciko pun segera
memutus telponnya. Dan terdiam dengan suasana masih penuh gelisah. Ciko sungguh
heran dengan Rita, mengapa ia memberi tahu Rizky. Alangkah terkejutnya bila
Ciko mengetahui bahwa yang memberi tahu Rizky adalah Romly. Rita pun juga
sangat terkejut karena ia tidak menduga kalau Ciko menduduhnya. Ciko memang
manusia biasa yang tidak bisa mengetahui semua yang telah terjadi di luar
normal. Itulah hidup, kadang ada manisnya, kadang pula juga ada pahitnya.