Rabu, 05 November 2014

Cerpen Mandiri Saya

Guna Terselumbung

            Pada saat awan yang tertinggal bekas guratan-guratan sang surya yang mulai pudar dan mulai sirna. Ditemani suara-suara jangkrik yang memanggil-manggil penuh dengan suasana yang sunyi ditambah juga suara gemericik air yang lembut terdengar di telinga, serasa menambah selera makan pada saat itu.
Ciko namanya anak yang sering usil dan membuat orang menjadi gelisah termasuk juga teman temannya. Namun, masih beruntung ciko memiliki banyak teman. Apa mungkin mereka adalah teman sejati. Rita, teman perempuan Ciko yang sekaligus sebagai sahabatnya karibnya, pernah ia jahili dengan menyembunyikan buku pelajaran miliknnya di tas milik Dani. Namun, lagi-lagi Ciko masih beruntung karena ulah usilnya itu tidak ketahuan. Ada lagi teman sekelas Ciko yaitu, Romly. Romly adalah teman satu-satunya yang ingin membongkar ulah-ulah jahil Ciko terhadap teman-temannya, lebih  tepatnya ingin membuktikan siapa dalang dari kusilan yang terjadi selama ini terhadap teman-teman Ciko.
Pada saat itu Ciko yang habis makan malam bersama dengan keluarga-nya, Ciko masuk kamar ia mendapat sebuah pesan dari handphonenya, ternyata pesan itu dikirim oleh Rita, menanyakan tentang tugas yang diberikan ibu guru yang menjadi PR. Rita menanyakan itu karena tadi pagi tidak berangkat sekolah sebab menderita sakit demam. Pada hari sebelumnya Ciko menyembunyikan diary milik Rizky di balik lemari kelas Ciko, dan semua tentang keusilan yang pernah ia perbuat itu ditulis di diary miliknya. Ciko yang sudah mempercayai Rita menelponnya untuk memberi tahu, sekaligus cerita tentang ulah yang ia perbuat kemarin.
“ Rit, sebenarnya yang menyembunyikan diary milik Rizky itu aku. ” seru Ciko kepada Rita.
“ Apa…! Jadi kamu yang menyembunyikannya. ” jawab Rita penuh kaget.
“ Iya…! Emang kenapa? ” kata Ciko
“ Cik, itu bakal menjadi masalah besar, apabila masalah itu ketahuan. ” sahut Rita
Ciko pun terdiam dan memutus telponnya. Ciko memang keras kepala kata-kata Rita itu malah tidak dihiraukan. Malam mulai semakin pekat waktu untuk tidur. Apalagi, baterai handphonenya mulai menurun dan semakin mendekati warna merah. Waktu yang terlihat dari jam dinding yang dikaitkan dengan seutas tali dan bergantung dari sebuah paku yang mengujam keras pada dinding. Menandakan pukul 09.30. Akhirnya, Ciko tertidur lelap tanpa gelisah.
            Sang surya mulai muncul dengan malu-malu dan melihatkan fajarnya. yang menandakan waktu Pagi mulai tiba. Dan waktu pula untuk mulai mandi dan bersiap-siap berangkat sekolah. Begitu juga, dengan Ciko mulai bergegas berangkat sekolah. Suara gemericik air dan dinginnya air menarik-narik Ciko untuk segera mandi. Bersiap-siap sekolah pun selesai dan waktunya berangkat sekolah. Ciko berangkat sekolah pukul 06.30 bersama Dani. Sampai di sekolah Ciko sebangku dengan Romly. Namun, alangkah tidak sengajanya Ciko membawa diary miliknya sendiri yang dihiasi dengan manik-manik yang berkelap-kelip. Waktu pelajaran dimulai Ciko membuka tasnya untuk mengambil buku pelajaran. Tidak sengaja Romly menengok pada tas milik Ciko dan menatap heran pada sebuah buku yang juga menarik perhatiannya, buku itu yang berkelap-kelip itulah yang ditatap Romly. Saat waktu istirahat Ciko segera menuju kantin, namun tidak untuk Romly masih heran dengan buku itu. Romly dengan sergap mengambil buku yang ada di tas Ciko. Buku itu dibuka pada halaman terakhir yang tertera keusilan yang akhir-akhir ini Ciko lakukan. Betapa kagetnya dan terkejutnya Romly membaca bahwa yang menyembunyikan diary milik Rizky adalah Ciko di balik lemari kelasnya. Ciko pun datang, Romly juga segera sergap mengembalikan diary milik Ciko ke tas Ciko. Dan masih berun-tung juga Romly tidak ketahuan. Bel pertanda waktu pulang sudah tiba, semua siswa segera berkemas-kemas. Begitu juga Ciko, buku pelajaran ditata dengan rapi dan dimasukan kedalam tas miliknya. Semua siswa pun pulang, Romly mengajak Rizky bertemu. Mereka membicarakan tentang masalah diary itu. Rizky kaget mendengar cerita itu namun ia tidak marah dan ia juga tampak sabar. Romly hanya bilang itu saja. Mereka langsung segera pulang sekolah. Di rumah, Rizky mengirim pesan kepada Ciko menanyakan diary itu. Betapa kaget dan risau pikirannya membaca pesan itu. Yang ada dalam pikirannya hanya Rita, karena hanya ia yang Ciko beritahu. Sungguh agak naik darah Ciko saat itu. Ciko segera menelpon Rita.
“ Rit, kamu ya, yang beritahu Rizky bahwa aku yang menyembunyikan diary miliknya? ” tanya Ciko masih dengan naik darah.
“ Tidak, aku tidak mengasih tahu kepada Rizky tentang rahasia itu. “ sahut Rita penuh kaget.
“ Orang yang salah itu tidak mungkin ngaku! “ seru Ciko.
“ Demi tuhan! Aku tidak memberitahu kepada Rizky. “ jawab Rita dengan yakinnya.
Ciko pun segera memutus telponnya. Dan terdiam dengan suasana masih penuh gelisah. Ciko sungguh heran dengan Rita, mengapa ia memberi tahu Rizky. Alangkah terkejutnya bila Ciko mengetahui bahwa yang memberi tahu Rizky adalah Romly. Rita pun juga sangat terkejut karena ia tidak menduga kalau Ciko menduduhnya. Ciko memang manusia biasa yang tidak bisa mengetahui semua yang telah terjadi di luar normal. Itulah hidup, kadang ada manisnya, kadang pula juga ada pahitnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar